Nur Khamimah

"Beruntung menjadi seorang guru karena selalu berprinsip learning by example, menjadi orang yang ingin mengubah dunia tanpa melupakan mengubah dirinya sendiri...

Selengkapnya

Dihadapkan Dengan Pilihan yang Sulit

Sudah lama sekali saya tidak menulis. dikarenakan memang karena keadaan yang belum memungkinkan. Sebelum saya memulai menulis, Saya pribadi mengucapkan Minal aidin wal Faidzin Mohon maaf lahir dan bathin. telat y...hehe

Saya seorang pengajar yang bestatus non PNS, mengajar 2 sekolah. sekolah induk di Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta yang ada di kota saya. Madrasah saya adalah Madrasah kecil, muridnya kurang lebih 100 siswa. Saya mengabdi lebih dari 10 tahun, jangan ditanya gaji ya, karena jelas gajinya jauuuhhhh dari UMR, dengan murid yang secara ekonomi bisa dibilang dibawah rata-rata. murid saya ada yang pengamen, pengemis, penjual keliling dsb. bukan tanpa alasan mereka bekerja,karena tuntutan keluarga...hiks..hiks. Sekolah non induk saya adalah SMK swasata, dengan jumlah murid kurang lebih 2.500 siswa. Di sekolah ini, kesejahteraan gurunya diperhatikan betul.

Selain kegiatan mengajar saya juga menjadi panitia penyelenggara pada pemilukada d daerah saya. menjelang hari H Pemilukada, sibuknya makin luar biasa, Ramadhan dipenuhi dengan kegiatan kesiapan pemilukada. termasuk didepan rumah saya di pakai sebagai tempat pemungutan suara (TPS), Selain itu kesibukan di rumah adalah saya sebagai ibu dengan 3 anak, dimana anak yang terakhir masih duduk di PG, dan sesuatu banget...hehe

Dipenghujung Ramdhan, ayah mertua (serumah) dengan kami sakit, kami priksakan, diagnosa awal Dokter adalah Typus. Alhamdulillah cukup rawat jalan. Sudah 5 hari, Ayah minum obat tapi belum tampak sehat. Akhirnya Ayah drop, kami bawa ke Rumah Sakit, setelah menjalani pemeriksanaan berjam -jam, keluar hasilnya. Dan aangkah terkejutnya kami dari hasil Lab Ayah, ternyata Ayah menderita Gagal Ginjal Kronis. bagai petir disiang bolong, bagaimana perasaaanku, perasaan ibu,perasaaan Ayah dan anak-anaknya semua, sudah gak karu-karuan. Sore hari Ayah sudah mulai menjalani Hemodialisa (Cuci darah) pertama. Setelah cuci darah pertama ayah kami diperbolehkan pulang oleh dokter. Akhirnya kami pulang, setiba di rumah kondisis ayah belumjuga membaik, akhirnya paginya kami bawa ke Rumah Sakit Umum, Ayah harus menjalaji serangkaian tes lab lagi, dan hasilnya sama dengan rumah sakit yang pertama gagal ginjal kronik yang sudah menjalar pada liver, jantung dan sistem syaraf. Hemodialisa lebih intens lagi, seminggu dua kali. Alhamdulillah sekolah pas Libur Semester Genap. Jadi tidak terbebani oleh tugas sekolah. Saya wira-wiri rumah sakit, KPU, kelurahan dan rumah, saat itu saya jalani begitu saja tanpa planning harus kemana dulu, dan suami juga alhamdulillah mendukung apa yang saya kerjakan.

H-1 ayah tidak sadarkan diri (kritis). saya posisi lembur di Kelurahan mempersiapkan untuk esok hari, di rumah sudah terpasang terop untuk besok pemilukada, pikiranku saat itu gak karu-karuan, sedih sudah pasti, tak bisa diceritakan.........

Hari H pemilukada, saya harus fokus pada pekerjaan saya, saya hanya bisa berdoa setiap menit, setiap detik untuk ayah, doa tak putus mengharap keajaiban untuk Ayah. Sampai jam 21.00 WIB saya masih di lapangan, Selesai tugas pukul 23.00. Setiba di rumah, suami mengabari kondisi ayah sudah sadar dan sudah ada respon, Sukur alhamdulillah ya Allah..... saya pun bisa sedikit lega.

H + 3 alhamdulillah kegiatan pemilukada usai, kembali ke rutinitas sebagai ibu rumah tangga,,hehe. Bagaimana dengan kondisi Ayah? kondisi beliau masih perawatan di rumah sakit. anak saya yang kecil dah mau masuk TK, yeaahhhh berpikir lagi, nanti yang kecil masuk TK, siapa nanti yang antar ???????ngelu lagi deh saya...hehe

mulai anak pertama yang antar jemput anak-anak adalah Kungnya (ayah). sekarang kondisi Kungnya sakit dan tidak mungkin antar jemput cucunya. dan hasil pleno dengan misua, saya harus resign salah satu sekolah....yaaahhhhh apa boleh buat. akhirnya tepat tanggal 2 Juli kemarin saya mengundurkan diri dari sekolah SMK. Fokus 1 sekolah. Semoga keputusan saya membawa manfaat bagi banyak orang. amin

seminggu setelah resign tugas bimtek luar kota 3hari. Suami mengizinkan untuk berangkat, bagaimana dengan ayah? ayah masih dirawat di rumah sakit.

Sudah 2 minggu masuk efektif fakultatif kegiatan saya mengajar, mengantar anak sekolah dan mengurus rumah tangga, Tabarokallah semua berjalan dengan baik sampai saat ini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semoga ayahnya segera sembuh ibu, kisah yg luar biasa, bisa dikembangkan (kalau mau) jadi sebuah buku, bu Khamimah

31 Jul
Balas

Insyaallah Ustadz...

02 Aug

Kisah inspiratif

01 Aug
Balas

Insya Allah selalu ada jalan keluar bagi orang-orang yang selalu " mengadu" padaNya. Bunda dan keluarga pasti kuat. Semoga ayah segera sembuh. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....bunda.

31 Jul
Balas

Aaminnn.....trimakasih bunda

02 Aug

- dihadapkan pada - berhadapan dengan x dihadapkan dengan

31 Jul
Balas

Trimakasih koreksinya Bu....

02 Aug

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali